oleh

Genjot Produksi Pertanian, Pemda Boltim Rehabilitasi Tiga Daerah Irigasi

BolmongNews.com, Boltim— Memaksimalkan suplay air pada lahan pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan rehabilitasi terhadap tiga Daerah Irigasi (D.I) di tiga wilayah kecamatan.

Untuk pekerjaan rehabilitasi tersebut, Pemda Boltim menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DAK tahun anggaran 2019 sebesar Rp 3,6 miliar.

Kepala Dinas PUPR Boltim, Sahrul Abdul Muis ST menjelaskan, kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersebut, guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula.

Tujuannya supaya pengaturan air dan jaringan irigasi yang meliputi penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangannya, termasuk usaha mempertahankan kondisi jaringan irigasi agar tetap dapat berfungsi dengan baik.

“Tahun ini kita rehabilitasi tiga daerah irigasi yang antara lain rehabilitasi daerah irigasi¬† desa Togid, Kecamatan Tutuyan, senilai Rp 848 juta, rehabilitasi derah irigasi desa Tobongon, Kecamatan Modayag senilai Rp 676 juta, dan rehabilitasi derah irigasi desa Motongkad, Kecamatan Motongkad senilai Rp 2,1 miliar,” ungkap Muis, Kamis (16/5).

Dalam rangka upaya khusus peningkatan produksi tanaman, kata Muis, salah satu program yang dilaksanakan yaitu Rehabilitasi Jaringan Irigasi (RJI) yang merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman.

Kata dia, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream), memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut berupa bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani.

“Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu irigasi yang ada, bisa mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun dan itu yang akan kita rehabilitasi,” jelas Muis.

Muis menambahkan, untuk pelaksanaan rehabilitasi D.I nantinya pihak PUPR akan segera mengkoordinasikan ke ULP agar secepatnya melakukan proses penayangan untuk kegiatan tersebut.

“Informasinya kegiatan sudah tayang, kita tinggal menunggu kemudian pekerjaan rehabilitasi akan langsung bisa running. Perkiraan Juni nanti akan dikerjakan, sebab akhir Mei pengumuman tendernya,” pungkas Muis. (Lee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *