oleh

Jumlah Siswa SD Berkurang, Program KB Penyebabnya?

BolmongNews.com, KotamobaguSejumah Sekolah diwilayah Kota Kotamobagu mengalami penurunan jumlah siswa. Baik di tingkat Sekolah Dasar (SD)  hingga Sekolah Menengah Atas / Kejuruan (SMA/SMK).

Dengan adanya penerapan aturan baru melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018, usia 6 tahun baru bisa masuk SD dan adanya sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, dipastikan akan turut juga mempengaruhi penerimaan siswa baru pada tahun ini.

Selain itu, berdasarkan data di rangkum salah satu faktor berkurangnya jumlah siswa, adalah program Keluarga Berencana (KB).

Program yang sudah berjalan beberapa tahun ini, oleh beberapa kalangan warga memiliki dampak terjadinya penurunan jumlah siswa masuk sekolah.

“Salah satu hal yang mengakibatkan kurangnya siswa baru yang masuk sekolah dasar (SD), yakni adanya program KB. Dengana adanya program ini angka kelahiran anak berkurang dan menyebabkan anak sekolah pun menjadi berkurang,” ujar salah satu guru yang meminta namanya tidak di publis.

“Sekarang ini saja belum ada yang mendaftar. Mungkin orang tua siswa akan mendaftarkan anaknya saat mendekati masuk sekolah,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kotamobagu, Aljufri Ngandu turut mengakui adanya hal tersebut.

“Memang kalau melihat TFR (Total Fertility Rate) jumlah anak yang dilahirkan selama masa subur turun 2,1 sampai 2,2 per ibu. Artinya setiap wanita di Kotamobagu hanya melahirkan 2 sampai 3 anak. Tapi rata-rata hanya 2 anak,” kata Ngandu, Selasa (25/6).

Selain program KB, terang Ngandu, masyarakat perkotaan khususnya wanita pola hidupnya berbeda dengan masyarakat di perdesaan. Mereka tidak ingin disibukan dengan banyak anak, tapi pada umumnya wanita perkotaan ingin mencari kesibukan dengan pekerjaan untuk membantu menopang kebutuhan keluarga.

“Angka perrnikahan diusia 15 hingga 19 tahun juga untuk wilayah Kota Kotamobagu itu turun. Rata-rata usia kawin untuk perempuan itu 22 tahun,” terangnya.

Dinformasikan salah satu  SD di Kotamobagu yang mengalami kekurangan siswa yakni SD Negeri I Biga Kecamatan Kotamobagu Utara. Dari kelas 1 hingga kelas 6 jumlah siswa hanya sebanyak 52 orang. Bahkan siswa di kelas 1 yang saat ini sudah naik ke kelas 2 hanya 5 siswa saja. (ewin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *